RSS

Rencana UNBK 2017

Pada tahun pelajaran 2016/2017 ini, SMK Negeri 1 Kuala Kapuas kembali akan mengikutsertakan seluruh siswa kelas XII pada Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), sebagaimana tahun pelajaran yang telah lalu, 2015/2016. Adapun jumlah peserta ujian tahun pelajaran ini diperkirakan sebagai berikut:

  1. Jurusan Administrasi Perkantoran = 79 (tujuh puluh sembilan) orang
  2. Jurusan Akuntansi = 58 (lima puluh delapan) orang
  3. Jurusan Tata Niaga/Penjualan = 46 (empat puluh enam) orang, dan
  4. Jurusan Multimedia = 55 (lima puluh lima) orang.

Dengan demikian total peserta ujian = 238 (dua ratus tiga puluh delapan) orang.

Sesuai ketentuan penyelenggaraan UNBK, jumlah komputer client yang akan digunakan siswa mengikuti ujian mesti disiapkan sebanyak 1/3 (sepertiga) dari jumlah total seluruh peserta. Dengan demikian komputer yang mesti disiaapkan sebanyak 77 (tujuh puluh tujuh) unit ditambah 10% cadangan = 85 (delapan puluh lima) unit.

Jika setiap Laboratorium komputer mampu menampung 20 (dua puluh) unit PC, maka jumlah Lab yang mesti disiapkan adalah 4 (empat) lab sehingga jumlah komputer untuk ujian = 80 (delapan puluh) unit.

Adapun topologi jaringan untuk pelaksanaan UNBK dimaksud rencananya sebagai berikut:

Topologi UNBK SMKN 1 Kuala Kapuas 4 Lab 2017

Semoga UNBK mendatang dapat dilaksanakan dengan baik, lancar dan sukses, baik penyelenggaraan maupun prestasi dari seluruh peserta UNBK.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 15 Agustus 2016 in Informasi Umum

 

Kawan Akrab

Sekadar renungan.

Dalam perjalanan pulang dari mengantar anak ke sekolah, tiba-tiba terbersit pemikiran bahwa: “Selama proses mutasi beberapa waktu lalu, ternyata sangat sedikit kawan akrab yang dengan kerelaan hati dan penuh kesungguhan, membantu upayaku ini. Sebagian dari mereka hanya mengerlingkan mata tanpa berkata-kata, sebagiannya lagi mengatakan itu tidak mungkin, lalu ada juga yang mengatakan mesti cukup modal, tidak bisa hanya “maju dengkul”, lalu ada yang mengembalikannya kepadaku, pikir sendiri saja, kan sudah dapat disimpulkan. Sebaliknya, bantuan justru datang dari orang-orang yang tak kukenal sebelumnya. Mereka bukan kawan tetapi mereka memberiku pemikiran dan kemungkinan-kemungkinan agar proses ini dapat berjalan dan dikabulkan. Tidak sederhana, tetapi kucoba kujalani dengan bermodalkan semangat mutasi demi penyegaran diri. Alhamdulillah, kini permohonan itu benar dikabulkan, dan Surat Keputusan mutasi telah diterbitkan. Semoga semua ini karunia dari Allah SWT yang mesti kusyukuri, dengan “tetap” mengabdi di tempat baruku nanti.

 Jadi ternyata,

Dari seribu kawan, belum tentu ada satu yang ikhlas membantu.”

Kesimpulan:

Berfikir, bertindaklah “sendiri” dengan sungguh-sungguh dan bertawakallah. Jika belum ada kawan akrab yang berkenan membantu, janganlah berputus asa, tetaplah berusaha Insya Allah tak ada upaya yang sia-sia.

Juga ini,

Dari seribu lawan, tak ada satu pun yang tak bermaksud menghancurkan.”

Jadi, bersabarlah.

Edisi mutasi medio 01 Februari 2016

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 Februari 2016 in Renungan

 

Singgasana

Lepaskan tawamu kala suka merajut jiwa

Kucurkan derai air matamu kala duka malanda sukma

Bebas saja…

Itu tak ubahnya seperti bergilirnya malam dengan siang

Bertukarnya suasana pagi dengan petang

Beralihnya bising ke keheningan

Teriknya matahari akan tergantikan dengan redupnya malam bergemintang berbulan

Biarkan ragamu melepas semua beban yang menggelayutinya

Kegembiraan yang melalaikan dan kesedihan yang menghanyutkan

Harapan yang menggelorakan dan kekhawatiran yang melumpuhkan

Biarkan ragamu melenggang

Nyanyian akan terasa sebagai hiburan

Rayuan akan menyejukkan, dan

Alam pun akan menjadi singgasana yang memanjakan

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Januari 2016 in Renungan

 

Tutorial Interaktif Cara Membuat Surat Massal (Mail Merge)

Berikut saya sajikan Tutorial Interaktif: Cara Membuat Surat Massal (Mail Merge) pada Microsoft Office Word 2007 yang saya buat menggunakan aplikasi Camtasia Studio. Video ini dimaksudkan untuk membimbing siswa-siswi SMK Negeri 3 Kuala Kapuas pada mata pelajaran Bahasa Indonesia Menulis Surat, lebih tepatnya Menulis Surat Undangan.

Silakan disimak, semoga bermanfaat.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Januari 2016 in Pembelajaran

 

KOMPETENSI GURU

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada pasal 10 ayat (1) menyatakan bahwa “Kompetensi Guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi”

Standar kompetensi guru mencakup kompetensi inti guru yang dikembangkan menjadi kompetensi guru PAUD/TK/RA, guru kelas SD/MI, dan guru mata pelajaran pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK*.

A. Kompetensi Pedagogik.

Kompetensi Pedagogik adalah kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Sub kompetensi dalam kompetensi Pedagogik adalah :

  1. Memahami peserta didik secara mendalam yang meliputi memahami peserta didik dengan memamfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif, prinsip-prinsip kepribadian, dan mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik.
  2. Merancang pembelajaran,teermasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran yang meliputi memahmi landasan pendidikan menerapkan teori belajar dan pembelajaran, menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar, serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih.
  3. Melaksanakan pembelajaran yang meliputi menata latar ( setting) pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.
  4. Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran yang meliputi merancang dan melaksanakan evaluasi (assessment) proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan berbagai metode, menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery level), dan memamfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum.
  5. Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensinya meliputi memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik, dan memfasilitasipeserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi nonakademik.

B. Kompetensi Kepribadian.

Kompetensi Kepribadian adalah kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Sub kompetensi dalam kompetensi kepribadian meliputi :

  1. Kepribadian yang mantap dan stabil meliputi bertindak sesuai dengan norma sosial, bangga menjadi guru, dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.
  2. Kepribadian yang dewasa yaitu menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etod kerja sebagai
  3. Kepribadian yang arif adalah menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemamfaatan peserta didik, sekolah dan masyarakat dan menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.
  4. Kepribadian yang berwibawa meliputi memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadappeserta didik dan memiliki perilaku yangh disegani.
  5. Berakhlak mulia dan dapat menjadi teladan meliputibertindak sesuai dengan norma religius (imtaq, jujur, ikhlas, suka menolong) dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik.

C. Kompetensi Profesional.

Kompetensi Profesional adalah penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya.

  1. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung pelajaran yang dimampu;
  2. Mengusai standar kompentensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang dimampu;
  3. Mengembangkan materi pembelajaran yang dimampu secara kreatif.;
  4. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif;
  5. Memanfaatkan TIK untuk berkomunikasi dan mengembangakan diri.

D. Kompetensi Sosial.

Kompetensi Sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

  1. Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial keluarga.
  2. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua dan masyarakat.
  3. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah RI yang memiliki keragaman social budaya.
  4. Berkomunikasi dengan lisan maupun tulisan.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Oktober 2015 in Pembelajaran

 

Cara Menambahkan Blog ke Search Engine Google

Mesin Pencari (Search Engine) Google merupakan mesin pencari yang sangat populer dan hampir semua pengguna internet mengenalnya. Jika kita memiliki website atau blog, dan ingin agar website atau blog kita mudah ditemukan di Google Search Engine, maka kita dapat melakukannya dengan langkah berikut:

Pertama: Buka link berikut: https://www.google.co.id/intl/id/add_url.html hingga tampil seperti gambar di bawah ini:

googlesrch

Kedua: Isikan alamat web/blog kita pada kolom URL, misalnya: https://sahmankps.wordpress.com/ dan Judul Tulisan kita pada kolom Tanggapan, misalnya: Pemebelajaran Bermakna, lalu klik “Tambah URL”. Perhatikan tampilan di bawah ini:

googlesrch2

Ketiga: Setelah meng-klik “Tambah Url” masukkan lagi link web/blog kita, lalu klik pada kotak di sebelah kiri “Saya bukan robot”, sehingga tampilannya menjadi seperti ini:

googlesrch3

Terakhir: Klik tombol “Kirim Permintaan” maka web kita sudah kita daftarkan ke Mesin Pencari Google. Tunggu beberapa hari/minggu, maka web/blog kita akan muncul ketika kita ketikkan web/blog kita atau Judul Tulisan kita pada Google Search Engine.

Untuk mengujinya, kita ketikkan di pencarian, misalnya: “Pembelajaran Bermakna Sahman” maka akan muncul tampilan berikut:

googlesrch4

Jika kita klik pada link paling atas, maka akan tampil blog kita seperti ini:

googlesrch5

Demikian, selamat mencoba.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 Oktober 2015 in Tips dan Trik

 

Pembelajaran Bermakna

Pagi Minggu, 04 Oktober 2015, bincang-bincang sama Mbah Google, alhamdulillah, mendapatkan konsep bagus tentang apa yang mesti dilakukan guru agar dapat menghasilkan Pembelajaran yang lebih Bermakna yang ditulis oleh RINTO BOUTI, Alumni PPG Jurusan Pendidikan Matematika UPI 2013  dalam websitenya http://kompetensi.info/materi-bebas/kunci-sukses-menuju-pembelajaran-bermakna.html

Pak Guru

BELAJAR memiliki maksud untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan penanaman sikap mental  atau nilai-nilai yang sangat diperlukan dalam menjalani hidup dan kehidupan ini. Pembelajaran yang dimaksudkan untuk memperoleh kebaikan dirancang dengan baik, belum tentu mendapatkan hasil yang baik. Hasil yang baik dalam belajar memang tidak dapat diraih secara keseluruhan, tetapi yang dapat kita lakukan yakni mendekatkan hal-hal yang dapat menyebabkan hal itu. Oleh sebab itu sangat diperlukan jiwa inovasi dan terbuka terhadap nilai-nilai perbaikan demi mengasah keterampilan dalam belajar. Sebagai guru, akan sangat baik jika selalu memperhatikan hal-hal berikut pada saat proses pembelajaran:

Pertama:

Menyampaikan tujuan pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran pada peserta didik tentang apa yang harus diraih dalam belajar pada saat itu. Sehingga mereka lebih terfokus dalam pembelajaran yang akan dilakukan.

Kedua:

Mengadakan apersepsi. Tujuannya untuk membantu peserta didik dalam memahami/menerima materi yang akan dipelajarinya. Apersepsi dimaksudkan untuk mengingatkan peserta didik tentang materi prasyarat sebelum masuk pada materi belajar selanjutnya. Dengan demikian proses pembelajaran akan lebih mudah dilakukan baik oleh guru maupun perserta didik.

Ketinga:

Memberikan motivasi. Motivasi dapat dilakukan dengan pemberian soal menantang dan akan dikerjakan setelah peserta didik mempelajari materi pada saat itu atau dengan mengaitkan materi dengan kehidupan nyata, sehingga peserta didik merasakan bahwa belajar itu tidak kering dengan nilai-nilai kehidupan yang mereka jalani.

Keempat:

Mengadakan sentuhan/sapaan/kunjungan secara merata pada peserta didik. Hal ini dimaksudkan agar semangat mereka belajar tetap stabil dan mengajarkan mereka untuk menghindari kecemburuan sosial. Meskipun hal ini sulit dilakukan, akan tetapi jika kita selalu membiasakannya, terus belajar dan mengevaluasi diri, maka Insya Allah seiring berjalannya waktu akan terasa mudah bagi kita.

Kelima:

Memberikan konfirmasi. Meskipun pada kegiatan eksplorasi peserta didik menemukan formulasi yang sesuai, tetap kewajiban guru untuk memberikan konfirmasi, sebagai tindakan untuk menguatkan pemahaman dan keyakinan peserta didik terhadap materi yang telah diperolehnya. Jika peserta didik pada umumnya belum menemui formulasi/pengertian/rumus dari materi yang dipelajarinya, guru wajib mengadakan perbaikan kemudian melanjutkannya dengan pemberian konfirmasi.

Keenam:

Mendorong siswa untuk merangkum materi yang telah dipelajarinya. Isi rangkuman diupayakan mengenai hal-hal/jalan yang dapat melahirkan formulasi/pengertian/rumus dari suatu materi belajar. Ibarat rusa liar agar mudah didatangi kembali harus diikat menggunakan tali. Begitu juga ilmu, agar mudah diingat dikala lupa, maka jalannya dengan mencatat, dan salah satu caranya adalah merangkum.

Ketujuh:

Memberikan evaluasi. Pemberian evaluasi bertujuan untuk mengukur sejauh mana peserta didik menyerap materi yang telah dipelajari. Evaluasi idealnya dimaksudkan untuk mengetahui  daya serap klasikal yang nantinya dapat dijadikan bahan introspeksi guru untuk selalu berinovasi dan terus belajar untuk mengembangkan pembelajaran yang membangun pengetahuan peserta didik dan bersifat efektif dan efisien. Pemberian evaluasi dapat dilakukan per pertemuan atau setelah kompetensi dasar telah selesai dipelajari oleh peserta didik, yang tentunya harus mengacu pada target waktu yang telah dirumuskan sebelumnya.

Kedelapan:

Memberikan tugas rumah. Perlu ditanamkan pada peserta didik, bahwa tugas rumah memiliki tujuan yang sangat berharga bukan untuk membebani mereka, dimana pemahaman mereka pada materi yang telah dipelajarinya semakin diperdalam dan diperkuat. Tugas rumah diupayakan lebih variatif dan menantang siswa yang mengarah pada kompetensi, motivasi dan semangat belajar mereka .

Kesembilan:

Ikhlas dan sabar. Jiwa yang ikhlas dan hati yang sabar dalam membelajarkan peserta didik adalah hal penting. Sebab kekuatan manusia dalam mengemban tanggung jawab terletak pada dua hal itu. Agar kesuksesannya dapat diraih di dunia maupun di akhirat maka upayakan ikhlas dan sabar itu karena Allah bukan karena yang lain.

Kesepuluh:

Berdo’a. Berdo’a sebelum, saat, dan setelah membelajarkan peserta didik. Kita berusaha membiasakan diri untuk memohon kepada Allah kiranya diberikan kemudahan dalam membelajarkan peserta didik, dan dimudahkannya mereka dalam belajar. Penting juga bagi kita mendorong mereka untuk selalu melibatkan Allah dalam belajarnya melalui doa yang mereka lakukan. Sehingga nantinya pembelajaran tidak lepas dari nilai keberkanNya. Ketika peserta didik sukses maka mereka tidak lupa diri dan lupa daratan bahwa kesuksesan mereka itu hadir bukan semata karena usahanya, malainkan karena melibatkan sejumlah elemen baik orang tua, guru, saudara, teman, dll. Dari sini mereka akan belajar dan dibelajarkan tentang makna karakter dalam hidupnya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 Oktober 2015 in Pembelajaran

 
 
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.