RSS

Arsip Kategori: Pembelajaran

Semua yang berhubungan dg keg. sekolah

Tutorial Interaktif Cara Membuat Surat Massal (Mail Merge)

Berikut saya sajikan Tutorial Interaktif: Cara Membuat Surat Massal (Mail Merge) pada Microsoft Office Word 2007 yang saya buat menggunakan aplikasi Camtasia Studio. Video ini dimaksudkan untuk membimbing siswa-siswi SMK Negeri 3 Kuala Kapuas pada mata pelajaran Bahasa Indonesia Menulis Surat, lebih tepatnya Menulis Surat Undangan.

Silakan disimak, semoga bermanfaat.

 

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 2 Januari 2016 in Pembelajaran

 

KOMPETENSI GURU

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada pasal 10 ayat (1) menyatakan bahwa “Kompetensi Guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi”

Standar kompetensi guru mencakup kompetensi inti guru yang dikembangkan menjadi kompetensi guru PAUD/TK/RA, guru kelas SD/MI, dan guru mata pelajaran pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK*.

A. Kompetensi Pedagogik.

Kompetensi Pedagogik adalah kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Sub kompetensi dalam kompetensi Pedagogik adalah :

  1. Memahami peserta didik secara mendalam yang meliputi memahami peserta didik dengan memamfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif, prinsip-prinsip kepribadian, dan mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik.
  2. Merancang pembelajaran,teermasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran yang meliputi memahmi landasan pendidikan menerapkan teori belajar dan pembelajaran, menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar, serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih.
  3. Melaksanakan pembelajaran yang meliputi menata latar ( setting) pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.
  4. Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran yang meliputi merancang dan melaksanakan evaluasi (assessment) proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan berbagai metode, menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery level), dan memamfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum.
  5. Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensinya meliputi memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik, dan memfasilitasipeserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi nonakademik.

B. Kompetensi Kepribadian.

Kompetensi Kepribadian adalah kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Sub kompetensi dalam kompetensi kepribadian meliputi :

  1. Kepribadian yang mantap dan stabil meliputi bertindak sesuai dengan norma sosial, bangga menjadi guru, dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.
  2. Kepribadian yang dewasa yaitu menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etod kerja sebagai
  3. Kepribadian yang arif adalah menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemamfaatan peserta didik, sekolah dan masyarakat dan menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.
  4. Kepribadian yang berwibawa meliputi memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadappeserta didik dan memiliki perilaku yangh disegani.
  5. Berakhlak mulia dan dapat menjadi teladan meliputibertindak sesuai dengan norma religius (imtaq, jujur, ikhlas, suka menolong) dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik.

C. Kompetensi Profesional.

Kompetensi Profesional adalah penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya.

  1. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung pelajaran yang dimampu;
  2. Mengusai standar kompentensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang dimampu;
  3. Mengembangkan materi pembelajaran yang dimampu secara kreatif.;
  4. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif;
  5. Memanfaatkan TIK untuk berkomunikasi dan mengembangakan diri.

D. Kompetensi Sosial.

Kompetensi Sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

  1. Bersikap inklusif, bertindak obyektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial keluarga.
  2. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua dan masyarakat.
  3. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah RI yang memiliki keragaman social budaya.
  4. Berkomunikasi dengan lisan maupun tulisan.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 7 Oktober 2015 in Pembelajaran

 

Pembelajaran Bermakna

Pagi Minggu, 04 Oktober 2015, bincang-bincang sama Mbah Google, alhamdulillah, mendapatkan konsep bagus tentang apa yang mesti dilakukan guru agar dapat menghasilkan Pembelajaran yang lebih Bermakna yang ditulis oleh RINTO BOUTI, Alumni PPG Jurusan Pendidikan Matematika UPI 2013  dalam websitenya http://kompetensi.info/materi-bebas/kunci-sukses-menuju-pembelajaran-bermakna.html

Pak Guru

BELAJAR memiliki maksud untuk mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan penanaman sikap mental  atau nilai-nilai yang sangat diperlukan dalam menjalani hidup dan kehidupan ini. Pembelajaran yang dimaksudkan untuk memperoleh kebaikan dirancang dengan baik, belum tentu mendapatkan hasil yang baik. Hasil yang baik dalam belajar memang tidak dapat diraih secara keseluruhan, tetapi yang dapat kita lakukan yakni mendekatkan hal-hal yang dapat menyebabkan hal itu. Oleh sebab itu sangat diperlukan jiwa inovasi dan terbuka terhadap nilai-nilai perbaikan demi mengasah keterampilan dalam belajar. Sebagai guru, akan sangat baik jika selalu memperhatikan hal-hal berikut pada saat proses pembelajaran:

Pertama:

Menyampaikan tujuan pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk memberikan gambaran pada peserta didik tentang apa yang harus diraih dalam belajar pada saat itu. Sehingga mereka lebih terfokus dalam pembelajaran yang akan dilakukan.

Kedua:

Mengadakan apersepsi. Tujuannya untuk membantu peserta didik dalam memahami/menerima materi yang akan dipelajarinya. Apersepsi dimaksudkan untuk mengingatkan peserta didik tentang materi prasyarat sebelum masuk pada materi belajar selanjutnya. Dengan demikian proses pembelajaran akan lebih mudah dilakukan baik oleh guru maupun perserta didik.

Ketinga:

Memberikan motivasi. Motivasi dapat dilakukan dengan pemberian soal menantang dan akan dikerjakan setelah peserta didik mempelajari materi pada saat itu atau dengan mengaitkan materi dengan kehidupan nyata, sehingga peserta didik merasakan bahwa belajar itu tidak kering dengan nilai-nilai kehidupan yang mereka jalani.

Keempat:

Mengadakan sentuhan/sapaan/kunjungan secara merata pada peserta didik. Hal ini dimaksudkan agar semangat mereka belajar tetap stabil dan mengajarkan mereka untuk menghindari kecemburuan sosial. Meskipun hal ini sulit dilakukan, akan tetapi jika kita selalu membiasakannya, terus belajar dan mengevaluasi diri, maka Insya Allah seiring berjalannya waktu akan terasa mudah bagi kita.

Kelima:

Memberikan konfirmasi. Meskipun pada kegiatan eksplorasi peserta didik menemukan formulasi yang sesuai, tetap kewajiban guru untuk memberikan konfirmasi, sebagai tindakan untuk menguatkan pemahaman dan keyakinan peserta didik terhadap materi yang telah diperolehnya. Jika peserta didik pada umumnya belum menemui formulasi/pengertian/rumus dari materi yang dipelajarinya, guru wajib mengadakan perbaikan kemudian melanjutkannya dengan pemberian konfirmasi.

Keenam:

Mendorong siswa untuk merangkum materi yang telah dipelajarinya. Isi rangkuman diupayakan mengenai hal-hal/jalan yang dapat melahirkan formulasi/pengertian/rumus dari suatu materi belajar. Ibarat rusa liar agar mudah didatangi kembali harus diikat menggunakan tali. Begitu juga ilmu, agar mudah diingat dikala lupa, maka jalannya dengan mencatat, dan salah satu caranya adalah merangkum.

Ketujuh:

Memberikan evaluasi. Pemberian evaluasi bertujuan untuk mengukur sejauh mana peserta didik menyerap materi yang telah dipelajari. Evaluasi idealnya dimaksudkan untuk mengetahui  daya serap klasikal yang nantinya dapat dijadikan bahan introspeksi guru untuk selalu berinovasi dan terus belajar untuk mengembangkan pembelajaran yang membangun pengetahuan peserta didik dan bersifat efektif dan efisien. Pemberian evaluasi dapat dilakukan per pertemuan atau setelah kompetensi dasar telah selesai dipelajari oleh peserta didik, yang tentunya harus mengacu pada target waktu yang telah dirumuskan sebelumnya.

Kedelapan:

Memberikan tugas rumah. Perlu ditanamkan pada peserta didik, bahwa tugas rumah memiliki tujuan yang sangat berharga bukan untuk membebani mereka, dimana pemahaman mereka pada materi yang telah dipelajarinya semakin diperdalam dan diperkuat. Tugas rumah diupayakan lebih variatif dan menantang siswa yang mengarah pada kompetensi, motivasi dan semangat belajar mereka .

Kesembilan:

Ikhlas dan sabar. Jiwa yang ikhlas dan hati yang sabar dalam membelajarkan peserta didik adalah hal penting. Sebab kekuatan manusia dalam mengemban tanggung jawab terletak pada dua hal itu. Agar kesuksesannya dapat diraih di dunia maupun di akhirat maka upayakan ikhlas dan sabar itu karena Allah bukan karena yang lain.

Kesepuluh:

Berdo’a. Berdo’a sebelum, saat, dan setelah membelajarkan peserta didik. Kita berusaha membiasakan diri untuk memohon kepada Allah kiranya diberikan kemudahan dalam membelajarkan peserta didik, dan dimudahkannya mereka dalam belajar. Penting juga bagi kita mendorong mereka untuk selalu melibatkan Allah dalam belajarnya melalui doa yang mereka lakukan. Sehingga nantinya pembelajaran tidak lepas dari nilai keberkanNya. Ketika peserta didik sukses maka mereka tidak lupa diri dan lupa daratan bahwa kesuksesan mereka itu hadir bukan semata karena usahanya, malainkan karena melibatkan sejumlah elemen baik orang tua, guru, saudara, teman, dll. Dari sini mereka akan belajar dan dibelajarkan tentang makna karakter dalam hidupnya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 Oktober 2015 in Pembelajaran

 

Panduan Menggunakan Laptop bagi Pemula

Laptop atau notebook mesti digunakan dengan cara yang benar, mulai dari menghidupkan, mengoperasikan sampai mematikannya kembali. Banyak pengguna laptop “autodidak” yang memperlakukan laptop dengan caranya sendiri dan berujung pada hancurnya laptop dalam waktu yang tidak diinginkan. Kerugian diderita akibat ketidakmengertiannya tentang cara mengoperasikan laptop dengan benar.

Berikut panduan cara menggunakan laptop dengan benar, yang disusun dalam rangka kegiatan KKG Kabupaten Kapuas bulan Maret 2015. Panduan ini benar-benar ditujukan bagi pemula, yang masih takut-takut berhadapan dengan laptop, namun tidak menutup kemungkinan dibaca juga bagi para “laptoper” yang belum banyak pengetahuannya tentang cara memperlakukan laptop dengan benar.

Semoga panduan ini bermanfaat.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 April 2015 in Pembelajaran

 

Pembelajaran dan Penilaian pada Kurikulum 2013

Pedoman Pembelajaran

Proses pembelajaran menjadi kunci keberhasilan seorang guru dalam membimbing siswa belajar. Suasana kelas yang seperti apa yang memungkinkan siswa belajar dan berhasil menguasai kompetensi tertentu setelah melalui proses belajar tersebut menjadi penting dan ini mesti diciptakan oleh guru. Langkah kerja seperti apa yang memungkinkan siswa bekerja secara sistematis, efektif dan efisien juga mesti dirancang oleh guru. Bahan-bahan apa yang diperlukan agar siswa dapat mengeksplorasi semua yang mereka perlukan, juga harus dipersiapkan dengan cukup oleh guru. Bagaimana guru memberikan respon terhadap hal-hal yang muncul selama proses belajar berlangsung, juga mesti dipahami guru agar tidak menimbulkan menurunnya semangat para siswa belajar.

Lalu bagaimanakah proses pembelajaran mesti dilaksanakan ketika kita menggunakan Kurikulum 2013?

Pada dasarnya proses pembalajaran adalah sebuah suasana di mana siswa belajar dan guru mengajar. Cara bagaimana siswa belajar dan bagaimana guru mengajar senantiasa dikaji dari zaman ke zaman sehingga memunculkan keragaman dalam guru mengelola proses pembalajaran yang kesemuanya bertujuan untuk meningkatkan efektifitas proses pembelajaran itu sendiri. Kurikulum 2013 maupun KTSP sama-sama memberikan pedoman bagaimana sebuah proses pembelajaran itu mesti berjalan, seperti halnya kurikulum-kurikulum yang pernah ada sebelumnya. Untuk sekolah yang menggunakan Kurikulum 2013, pedoman tentang pengelolaan proses pembelajaran tertuang di dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103 Tahun 2014, tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran.

Hal-hal pokok yang dijelaskan di dalam Permendikbud 103 tersebut di antaranya adalah:

  1. Pengertian Pembelajaran dan Indikator Pencapaian Kompetensi
    • Pembelajaran adalah proses interaksi antarpeserta didik, antara peserta didik dengan tenaga pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
    • Indikator Pencapaian Kompetensi adalah: a). Perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk kompetensi dasar (KD) pada kompetensi inti (KI) 3 dan (KI) 4 dan b). Perilaku yang dapat diobservasi untuk disimpulkan sebagai pemenuhan KD pada KI-1 dan KI-2, yang kedua-duanya menjadi acuan penilaian mata pelajaran.
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 8 Januari 2015 in Pembelajaran

 

Kenangan dari Donny dkk

Donny dkk merakit PC saat mereka di kelas X, asyiiiq… Kini mereka kelas XI dan siap berangkat magang bulan Mei 2014 nanti, selamat magang ya… raih pengalaman yang buanyak di DU/DI, smg sukses.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 Mei 2014 in Pembelajaran

 

Ujian Praktik Perakitan PC dan Instal Server Ubuntu 10.04

untkjAlhamdulillah, siswa-siswi kelas XII jurusan Teknik Komputer & Jaringan Tahun Pelajaran 2013/2014 telah selesai melaksanakan Uji Kompetensi Kejuruan dengan materi Perakitan PC dan Installasi serta Konfigurasi Server Linux sebagai Gateway, DHCP, dan Proxy Server.

Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 26 Maret 2014 in Pembelajaran