RSS

Kendali dalam kuasa bukan dalam cinta

06 Feb

Ketika Raja Fir’aun berdialog dengan Nabi Musa ‘alaihissalam, terungkap ketidakberdayaan Raja Fir’aun dalam beradu argumentasi hingga akhirnya Sang Raja mengancam akan memenjarakan Nabi Musa. Ummatnya pun tak percaya lagi kepada Sang Raja, tetapi justru hampir saja teralihkan kepercayaan mereka kepada ahli-ahli sihir yang didatangkan untuk menandingi mukjizat yang dimiliki Nabi Musa ‘alaihissalam, jika saja Nabi Musa tidak dapat mengalahkan para tukang sihir itu. Terhadap rakyatnya pun Sang Raja Fir’aun mengancam akan memenjarakan semua yang taat pada Nabi Musa ‘alaihissalam. Ini bukti dari zaman ribuan tahun yang lalu, bahwa kekuasaanlah yang kemudian akan berbicara manakala logika sudah tersudutkan dialog sudah tidak mungkin lagi untuk diteruskan. Ketika kekuasaan berbicara maka hati nurani tidak demikian penting lagi untuk dipertimbangkan. Suasana ketaatan pun bukan dalam rangka cinta, tetapi karena kuasa. “beda”

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Februari 2017 in Renungan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: