RSS

Tentang Hidup dan Kehidupan

31 Mei

Ya Allah…

Ini renunganku, jika ada yang salah dari kalimat-kalimatku, kumohon Engkau berkenan memaafkanku.

Lalu, tunjukilah aku senantiasa ke jalan lurus menuju-Mu.

Ya Allah…

Kurasakan bahwa karunia-Mu begitu banyak untukku dan keluargaku. Aku sadari penuh itu. Alhamdulillah. Satu hal yang aku sampai kini tak mampu memecahkan sendiri masalah ini, yakni aku ini merasa telah meniti kehidupanku sejak kanak-kanak, remaja, dewasa dan berkeluarga dengan bersemangat untuk senantiasa tetap di jalan-jalan perkenan-Mu. Aku tak mengerti apakah di antara jalan-jalan yang telah kulalui itu ada jalan keberingasanku, atau jalan seleraku yang lepas dari tuntunan-Mu. Apakah karena kealpaanku aku telah melalaikan perintah-perintah-Mu dan menunaikan larangan-larangan-Mu. Aku merasa tidak. Tapi, meskipun tidak, apakah itu dapat kupakai sebagai jaminan bahwa aku bakal mendapatkan sesuatu dari sisi-Mu yang baik-baik saja, jika ternyata ada yang menurutku tidak, apakah itu sebenarnya baik menurut-Mu, ya… ini teka-teki bolak-balik yang aku sungguh tak kuasa memecahkannya sendirian, termasuk kini, saat kutuliskan kalimat-kalimat ini.

Ada hal yang tetap saja aku tak mengerti. Sebelum aku menikah, aku bersimpuh di hadapan-Mu, memohon petunjuk-Mu, memohon kepastian dari-Mu bahwa memang iniliah pendamping hidupku dari-Mu. Kutunaikan apa yang mesti kutunaikan ketika itu. Bercucuran air mataku sebelum kuputuskan bahwa aku akan menikah dengan pilihanku yang telah kukonsultasikan kepada-Mu. Penuh gejolak tatkala itu, bertukar ya dengan tidak silih berganti. Ya, inilah keputusan yang harus segera kuambil dan kurasa tepat. Wah… apa gak nanti saja dulu… dan begitu seterusnya, sampai akhirnya kucoba lebih mendekat kepada-Mu untuk mendengar bisikan-Mu. Kutunaikan shalat istikhoroh, agar segera bulat tekadku melaksanakan niatku yang semoga atas ridlo-Mu. Maasyaa Allah… luar biasa. Subhanallah. Astaghfirullahal’adzim.

Kini usia pernikahanku berjalan enam belas tahun dengan karunia-Mu dua orang anak perempuan, yang satu menginjak remaja dan satunya masih masa anak-anak. Alhamdulillah, keduanya sehat dan lucu-lucu. Kumohon bimbing mereka Ya Allah ke jalan-Mu. Jaga agar mereka tetap dalam lindungan-Mu. Aku tak mengerti apa yang akan terjadi setelah ini saat mereka mulai menapaki hidupnya sendiri. Aku merasa sangat terbatas kemampuanku menaungi mereka. Segenap rasa, pikiran dan tenaga kucurahkan untuk mengantarkan mereka ke kehidupan yang tenteram dalam ridlo-Mu. Aku kadang larut dalam kebimbangan. Hampir seluruh tanggung jawab yang mesti kupikul kutunaikan dengan sepenuh jiwa, tapi mengapa hal-hal kecil mudah mengharubiru nuraniku. Mengapa ada rasa bahwa aku ini makhluk yang senantiasa salah dan salah, ketika kebenaran kupaparkan, penerimaan kurang menunjukkan persahabatan. Wallahu a’lam.

Ampuni segala dosa-dosaku Ya Allah.

Kuupayakan perbaikannya kini, Insya Allah.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 31 Mei 2014 in Renungan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: