RSS

Kelulusan

28 Jun

“Ati tidak lulus Pak”… ini bunyi sms dari anak pertamaku, Luthfiati, beberapa jam setelah dia kutunggu sms nya yang mengabarkan pangumuman hasil UAN 2008 di SD Negeri Selat Hilir 5 (Diponegoro).

Hilang seketika, semangat kerja yang selama ini kubangun. Aku akan berada di rumah saja mulai hari ini. Akan kutunggui dia belajar dengan tekun, kubimbing lagi dengan penuh kesungguhan. Tak berguna aku hilir-mudik kian-kemari menuntaskan berbagai kesibukan, kalau akhirnya seperti ini hasilnya. Aku akan lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Aku telah melalaikan sebagian kewajibanku karena alasan ‘kesibukan’. Aku sudah jarang berkomunikasi dengan-Nya kala sunyi menyelimuti malam-malam yang kujalani. Ia telah memberiku kegiatan, lalu aku asyik dengan kegiatanku, dan lupa kepada-Nya. Aku akan perbaiki hubunganku dengan orang tuaku, dengan saudara-saudaraku, dengan atasan tempatku bekerja, dengan teman-tamanku semua, dengan tetangga-tetangga, ya… dengan semuanya, siapa saja. Akan kuperkecil volume tawaku, kutundukkan wajahku tatkala aku berjalan menunaikan berbagai kewajiban. Tak boleh lagi ada keangkuhan, kesombongan, kegagahan, sebab semua itu akan sirna seketika, manakala ketentuan-Nya yang tak sesuai dengan keinginanku, berlaku. Ya, apalagi yang akan kubanggakan jika ternyata yang kulakukan tidak membuahkan hasil seperti yang kuidamkan. Akan kulipat saja wajah ini biar tidak dilihat orang kekecewaan yang tersembunyi sangat dalam di lubuk nuraniku, yang terpancar lewat sorot mata dan guratan-guratan senyum penuh luka di wajahku. Mulai hari ini aku akan keluar rumah lewat lorong sunyi yang jarang dilalui. Tatapan mata kawan, sapaan para tetangga, akan merupakan hunjaman mata pisau yang sangat menyakitkan. Aku akan menghindar dari mereka semua. Aku akan bersembunyi dan menyendiri, sampai semua perilakuku berhasil kuperbaiki.

“… Ati lulus Pak…” ini kalimat yang diucapkannya kemudian, beberapa saat setelah dia kirim sms bahwa dia tidak lulus.

Masya Allah…

Ternyata anakku bermain-main dengan sms nya. Kepanikan yang kuderita, seketika sirna. Alhamdulillah. Segala puji bagi-Mu ya Allah. Anakku lulus.

Gejolak sukma yang kurasakan pagi hingga siang hari ini, Sabtu, 28 Juni 2008, kutuliskan di sini, sebagai peringatan dan kenangan yang tak akan kulupakan.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 Juni 2008 in Renungan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: